musibah

Malam yang Berasap di Sarinah: Ketika Billboard di Thamrin Jadi Bahan Bakar Api

Kebakaran papan reklame di Sarinah Jakarta berhasil dipadamkan tanpa korban. Simak analisis mendalam dan pelajaran berharga dari insiden ini.

Penulis:adit
7 Januari 2026
Malam yang Berasap di Sarinah: Ketika Billboard di Thamrin Jadi Bahan Bakar Api

Asap di Langit Ikonis Jakarta: Lebih dari Sekedar Insiden Kecil

Bayangkan Anda sedang menikmati malam Minggu yang tenang, atau mungkin terjebak macet di kawasan Thamrin yang tak pernah sepi. Lalu, pandangan Anda tertuju ke salah satu ikon Jakarta yang legendaris: Gedung Sarinah. Namun, malam Minggu (tanggal insiden) menyajikan pemandangan yang berbeda. Asap tebal membubung dari sisi gedung, memecah kesibukan biasa dengan sirene dan keriuhan yang tiba-tiba. Itulah yang terjadi ketika sebuah papan reklame, yang biasanya memamerkan pesona produk komersial, berubah menjadi sumber api yang mengancam. Insiden ini bukan sekadar berita singkat tentang api yang padam. Ini adalah cerita tentang respons cepat, sistem keamanan yang diuji, dan pengingat nyata di jantung ibu kota tentang betapa rapuhnya kita terhadap percikan listrik yang salah tempat.

Bagi banyak orang, Sarinah bukan sekadar mall. Ia adalah saksi bisu sejarah, simbol modernitas Jakarta sejak era 1960-an. Melihat asap mengepul dari bangunan bersejarah itu, bahkan dari bagian luarnya sekalipun, pasti menimbulkan degup jantung yang berbeda. Untungnya, cerita malam itu berakhir dengan baik—api berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa. Tapi, bisakah kita hanya berhenti pada rasa lega? Atau ada pelajaran lebih dalam yang tersembunyi di balik insiden yang berhasil dipadamkan dalam waktu singkat ini?

Kronologi: Dari Percikan hingga Pendinginan

Menurut laporan, segalanya berawal dari papan reklame atau billboard yang terpasang di fasad luar Gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin. Pada malam hari, api mulai terlihat, disusul kepulan asap yang menarik perhatian warga dan pengendara. Dalam situasi seperti ini, detik-detik pertama adalah kunci. Petugas keamanan internal Sarinah tampaknya menyadari betul hal ini. Mereka tidak menunggu. Penanganan awal segera dilakukan untuk mengisolasi api dan mencegahnya merambat ke bagian gedung utama yang dipenuhi toko dan pengunjung.

Upaya tim internal ini ternyata sangat efektif. Ketika unit pemadam kebakaran (Gulkarmat) DKI Jakarta tiba di lokasi setelah menerima laporan, kondisi api sudah jauh lebih terkendali dan memasuki tahap pendinginan. Proses pemadaman akhir pun bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien. Tidak ada kepanikan massal, tidak ada evakuasi berdarah-darah, dan yang paling penting, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Skenario terbaik dalam sebuah insiden kebakaran di lokasi yang sangat padat.

Dugaan Penyebab dan Investigasi: Hantu Korsleting Listrik

Dugaan sementara yang paling sering muncul dalam kasus seperti ini adalah korsleting listrik pada instalasi billboard. Bayangkan saja, sebuah papan reklame raksasa di tengah kota. Ia membutuhkan daya listrik yang besar untuk lampu-lampu terangnya, panel LED, atau sistem rotasi. Kabel-kabelnya terpapar cuaca Jakarta yang ekstrem—hujan deras, terik matahari, dan polusi. Tanpa perawatan rutin dan pengecekan berkala, isolasi kabel bisa menipis, sambungan bisa mengendur, dan percikan api pun siap muncul dari hubungan arus pendek itu.

Pihak berwenang tentu saja tidak akan berhenti pada dugaan. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan mendalam. Sementara itu, manajemen Sarinah telah melakukan langkah proaktif dengan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh gedung dan fasilitasnya. Ini adalah respons yang tepat untuk memulihkan kepercayaan dan memastikan keamanan benar-benar terjaga.

Operasional Kembali Normal, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi

Hal yang patut diapresiasi adalah bagaimana operasional pusat perbelanjaan Sarinah dapat kembali berjalan normal dengan cepat setelah insiden. Ini menunjukkan adanya prosedur darurat yang jelas dan kemungkinan besar, area kebakaran benar-benar terisolasi hanya di bagian billboard eksterior. Pihak pengelola juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi—sebuah pesan yang sangat krusial di era di mana hoaks bisa menyebar lebih cepat daripada api itu sendiri.

Di sinilah saya ingin menyisipkan sebuah opini dan data yang perlu kita renungkan. Menurut data dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta (dari berbagai laporan tahunan), korsleting listrik konsisten menjadi penyebab utama kebakaran di Jakarta, menyumbang lebih dari 40% kasus setiap tahunnya. Dan yang mengkhawatirkan, instalasi listrik di fasilitas komersial dan reklame luar ruang seringkali menjadi titik lemah. Kita begitu fokus pada estetika dan kecemerlangan cahaya sebuah billboard, namun lupa bahwa di balik glamornya, ada jaringan kabel yang membutuhkan perhatian serius. Insiden di Sarinah ini adalah pengingat ulang tahun yang ke-sekian kalinya bagi kota kita. Bukankah sudah saatnya regulasi pengecekan instalasi listrik untuk reklame luar ruang, terutama di gedung-gedung tinggi dan bersejarah, diperketat dan diawasi dengan lebih rigor?

Refleksi Akhir: Api Padam, Pelajaran Harus Tetap Menyala

Jadi, apa yang bisa kita bawa pulang dari malam berasap di Sarinah ini? Pertama, apresiasi setinggi-tingginya untuk petugas keamanan internal dan pemadam kebakaran DKI Jakarta. Respons cepat mereka adalah alasan utama mengapa berita ini berakhir dengan kata "tanpa korban jiwa". Mereka adalah pahlawan yang sering kita lupakan.

Kedua, dan ini yang lebih penting untuk kita semua sebagai masyarakat kota, insiden ini adalah alarm. Ia berdering memekakkan telinga, mengingatkan bahwa di tengah gemerlap pembangunan dan teknologi, ancaman dasar seperti api akibat kelalaian perawatan listrik tetap nyata. Ia tidak memandang bulu—bisa menimpa pusat perbelanjaan tua yang ikonik, bisa juga menimpa gedung pencakar langit yang super modern.

Mari kita tutup dengan sebuah pertanyaan yang personal: Kapan terakhir kali Anda memeriksa instalasi listrik di tempat Anda beraktivitas, baik itu rumah, kantor, atau toko? Apakah stop kontan sudah penuh bertumpuk? Apakah kabel-kabel sudah berumur dan terkelupas? Kebakaran besar seringkali berawal dari kecerobohan kecil yang kita anggap remeh. Insiden di Sarinah berhasil dipadamkan. Tapi, mari jadikan kewaspadaan kita terhadap potensi bahaya serupa, justru tidak pernah padam. Karena di kota sebesar Jakarta, keselamatan kolektif kita dimulai dari tanggung jawab individu dan sistemik yang tidak pernah berhenti waspada.

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 16:53
Diperbarui: 7 Januari 2026, 16:53