Malam Berasap di Thamrin: Billboard Sarinah Terbakar, Respons Cepat Cegah Malapetaka
Suasana malam di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, mendadak berubah ketika lidah api menjilat papan reklame. Berkat respons kilat dari petugas keamanan dan pemadam kebakaran, kobaran api berhasil ditaklukkan tanpa menelan korban jiwa.
Malam Minggu di jantung Jakarta tidak berjalan seperti biasa. Di sepanjang Jalan MH Thamrin, perhatian tiba-tiba tersedot ke arah pusat perbelanjaan ikonis, Sarinah. Sebuah papan reklame raksasa di sisi luar gedung tiba-tiba menyala bukan oleh lampu-lampu neonnya, melainkan oleh kobaran api yang menjalar cepat. Asap pekat segera membumbung tinggi, mengiris langit malam dan menciptakan panorama mencekam di kawasan bisnis terpadat itu.
Detik-detik kritis itu menjadi ujian nyata bagi sistem tanggap darurat di lokasi. Petugas keamanan internal Sarinah, yang terlatih untuk menghadapi skenario terburuk, langsung bergerak laksana pasukan khusus. Mereka tidak menunggu. Dengan peralatan pemadam awal, mereka melakukan serangan pertama terhadap si jago merah, berusaha membatasi laju api agar tidak menyentuh tubuh utama gedung bersejarah tersebut. Langkah heroik ini terbukti menjadi penentu. Api, yang sempat berusaha menunjukkan taringnya, mulai kehilangan momentum sebelum sempat meluas.
Sementara itu, sirene mobil pemadam kebakaran Dinas Gulkarmat DKI Jakarta sudah meraung-raung mendekati lokasi. Saat regu penyelamat tiba, situasi sudah jauh lebih terkendali berkat upaya pendahuluan yang brilian. Proses pemadaman pun berlangsung efisien, beralih ke fase pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Yang paling membahagiakan dari seluruh episode malam itu: tidak ada satu pun laporan korban jiwa atau cedera. Hanya kepulan asap dan ketegangan sesaat yang menjadi saksi bisu.
Apa yang memicu sang api datang? Dugaan kuat sementara mengarah pada konslet listrik di balik instalasi billboard tersebut. Namun, tim investigasi dari pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan akar penyebab pastinya. Di sisi lain, manajemen Sarinah tidak tinggal diam. Pengecekan menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur gedung dan fasilitas pendukung segera dilakukan, sebuah langkah proaktif untuk memastikan keamanan mutlak bagi semua orang.
Keesokan harinya, aktivitas di Sarinah berjalan seperti biasa. Para pengunjung bisa berbelanja dengan tenang, seolah malam penuh adrenalin itu hanyalah mimpi. Pengelola dengan tegas menyatakan operasional normal dan mengimbau publik untuk bijak menyaring informasi. Peristiwa ini, meski berakhir baik, menggantungkan sebuah pelajaran penting: di balik gemerlap kota metropolitan, kewaspadaan terhadap perawatan instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran di ruang publik adalah harga mati yang tidak boleh ditawar.