Internasional

Kartu Diplomatik Dibuka: Venezuela Tegaskan Kemandirian di Tengah Manuver Washington

Di awal 2026, sekutu pemerintahan Caracas membantah keras narasi Amerika Serikat tentang kesediaan Venezuela tunduk pada kebijakan luar negeri Washington. Sikap ini muncul sebagai penegasan kedaulatan di tengah dinamika politik internasional yang memanas.

Penulis:khoirunnisakia
7 Januari 2026
Kartu Diplomatik Dibuka: Venezuela Tegaskan Kemandirian di Tengah Manuver Washington

Dinamika politik global memasuki babak baru di awal tahun 2026. Dari Caracas, gelombang penolakan keras muncul menyusul narasi yang dikembangkan oleh Washington. Sekutu kuat Presiden Nicolás Maduro secara tegas membantah klaim dari seberang Samudra Atlantik yang menyiratkan Venezuela akan mengikuti kemauan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Narasi yang digaungkan pihak AS, yang mengisyaratkan peluang kolaborasi dengan pemerintahan sementara di Venezuela, langsung dihadapkan dengan realitas politik yang berbeda. Para pendukung setia Maduro menyatakan bahwa klaim semacam itu tidak lebih dari ilusi atau upaya tekanan diplomatik. Mereka menegaskan, jalan kebijakan Caracas akan selalu ditentukan oleh kehendak rakyatnya sendiri, bukan oleh desakan kekuatan asing mana pun.

Pernyataan ini secara langsung berhadap-hadapan dengan komentar publik mantan Presiden AS, Donald Trump, yang beberapa waktu sebelumnya menyebut adanya kesiapan dari Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, untuk membangun kerja sama dengan Washington. Versi dari dalam negeri Venezuela justru menggambarkan situasi yang kontras—sebuah penegasan bahwa kedaulatan nasional bukanlah komoditas yang bisa dinegosiasikan.

Bagi pemerintah Venezuela, narasi dari Washington ini dipandang sebagai bagian dari skema tekanan politik yang berusaha mencampuri ranah domestik negara berdaulat. Para pejabat di Caracas konsisten menyuarakan satu pesan: setiap keputusan strategis, mulai dari ekonomi hingga hubungan internasional, akan lahir dari proses mandiri yang melindungi kepentingan nasional Venezuela. Episode ini menjadi pengingat bahwa di panggung politik internasional, asumsi sering kali harus berhadapan dengan deklarasi.

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 03:19
Diperbarui: 18 Januari 2026, 14:09