Olahragasport

Drama Old Trafford: Gol Telat Sesko Bawa Manchester United Kembali ke Zona Liga Champions

Analisis mendalam kemenangan dramatis MU atas Fulham yang mengubah peta persaingan empat besar Liga Inggris. Simak dampak dan implikasinya untuk sisa musim.

Penulis:adit
2 Februari 2026
Drama Old Trafford: Gol Telat Sesko Bawa Manchester United Kembali ke Zona Liga Champions

Bayangkan suasana Old Trafford di menit-menit akhir pertandingan. Skor 2-2, waktu tambahan hampir habis, dan puluhan ribu pasang mata memandang dengan campuran harap dan cemas. Lalu, dalam satu momen magis, Benjamin Sesko mengubah ketegangan itu menjadi euforia yang meledak-ledak. Ini bukan sekadar kemenangan tiga poin; ini adalah pernyataan bahwa Manchester United masih punya nyawa dalam perburuan Liga Champions musim 2025/2026.

Pekan ke-24 Premier League memberikan salah satu laga paling dramatis musim ini. Di tengah persaingan ketat di papan atas, setiap poin bagaikan emas. Kemenangan 3-2 atas Fulham ini bukan hanya menggeser posisi Chelsea dan Liverpool di klasemen, tapi juga mengirim pesan psikologis yang kuat kepada seluruh pesaing: Setan Merah belum selesai.

Analisis Pertandingan: Rollercoaster Emosi di Old Trafford

Pertandingan dimulai dengan dominasi United yang terlihat lebih percaya diri. Gol Casemiro di menit ke-19 seolah mengonfirmasi narasi bahwa ini akan menjadi malam yang mudah bagi tuan rumah. Tendangan keras dari luar kotak penalti itu melesat sempurna ke sudut gawang, meninggalkan kiper Fulham tak berkutik. Sepanjang babak pertama, United mengontrol permainan dengan kepemilikan bola mencapai 65%.

Memasuki babak kedua, Matheus Cunha seolah ingin mempercepat proses dengan gol kedua di menit ke-56. Kombinasi passing cepat antara Bruno Fernandes dan Marcus Rashford berakhir dengan tembakan rendah Cunha yang tak terbendung. Saat itu, banyak yang mengira pertandingan sudah selesai. Statistik menunjukkan United menciptakan 8 peluang jelas hingga menit ke-70.

Kebangkitan Fulham dan Kesalahan Defensif yang Mahal

Tapi sepakbola selalu punya caranya sendiri untuk mengejutkan. Fulham, yang sepanjang pertandingan tampak tak berdaya, tiba-tiba menemukan momentum di 15 menit terakhir. Gol penalti Raul Jimenez di menit ke-85 membuka pintu harapan, meski kontroversi menyelimuti keputusan wasit untuk memberikan penalti tersebut. Replay menunjukkan kontak antara bek United dan pemain Fulham terjadi di luar kotak penalti.

Gol penyama kedudukan Kevin di injury time semakin memperkuat teori bahwa United masih memiliki masalah konsentrasi di menit-menit krusial. Ini adalah gol ke-8 yang mereka kebobolan di 15 menit terakhir pertandingan musim ini – statistik yang mengkhawatirkan untuk tim yang bercita-cita tinggi. Pertahanan yang tampak solid tiba-tiba porak-poranda menghadapi tekanan tinggi Fulham.

Momen Ajaib Sesko dan Signifikansi Tiga Poin

Justru ketika semuanya tampak akan berakhir dengan kekecewaan, momen keajaiban itu datang. Di menit ke-90+4, Benjamin Sesko – yang masuk sebagai pemain pengganti – menerima umpan terobosan dari Christian Eriksen. Dengan tenang dia melewati satu pemain bertahan sebelum melepaskan tendangan silang yang membungkus tiga poin penting untuk United.

Gol ini bukan hanya sekadar gol kemenangan. Secara psikologis, ini mengembalikan kepercayaan diri tim yang sempat goyah. Secara taktis, ini membuktikan bahwa United masih memiliki pemain yang bisa membuat perbedaan di momen-momen kritis. Dan secara matematis, ini mengangkat mereka ke posisi keempat dengan 41 poin, mengungguli Chelsea (40 poin) dan Liverpool (39 poin) yang sama-sama bermain imbang di pekan ini.

Peta Klasemen dan Implikasi untuk Sisa Musim

Dengan hasil ini, papan atas Premier League semakin panas. Arsenal masih kokoh di puncak dengan 53 poin, diikuti Manchester City (47 poin) dan Aston Villa (46 poin). Namun yang menarik adalah persaingan ketat untuk posisi keempat. Hanya selisih 2 poin yang memisahkan United (41), Chelsea (40), Liverpool (39), dan Tottenham (38) yang menguntit dari belakang.

Menurut analisis statistik Opta, tim yang berada di posisi keempat pada pekan ke-24 memiliki peluang 68% untuk finis di zona Liga Champions. Namun dengan selisih poin yang begitu rapat, prediksi ini menjadi semakin sulit. Faktor jadwal sisa musim akan memainkan peran krusial – United masih harus menghadapi tiga dari lima tim papan atas dalam 14 pertandingan tersisa.

Opini: Ujian Sebenarnya Masih Menanti

Sebagai pengamat sepakbola yang telah mengikuti perkembangan Premier League selama bertahun-tahun, saya melihat kemenangan ini sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi, karakter yang ditunjukkan tim untuk bangkit dari kekecewaan hampir meraih hasil imbang patut diacungi jempol. Mentalitas pemenang seperti inilah yang membedakan tim besar dengan tim biasa.

Tapi di sisi lain, pola kebobolan di menit-menit akhir menjadi alarm merah yang tak bisa diabaikan. Data menunjukkan United telah kehilangan 9 poin akibat gol yang mereka kebobolan di 10 menit terakhir pertandingan musim ini. Jika masalah ini tidak segera diatasi, tiga poin yang mereka raih dengan susah payah bisa dengan mudah terbuang di pertandingan-pertandingan mendatang.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kedalaman skuad. Performa Benjamin Sesko sebagai super-sub memang memuaskan, tapi ketergantungan pada pemain kunci seperti Bruno Fernandes dan Casemiro masih terlalu tinggi. Saat kedua pemain ini mengalami penurunan performa di babak kedua, United langsung kehilangan kendali permainan.

Refleksi Akhir: Lebih dari Sekadar Angka di Klasemen

Di balik angka 3-2 dan pergerakan di papan klasemen, ada cerita yang lebih dalam tentang regenerasi dan karakter. Tim Erik ten Hag menunjukkan mereka sedang dalam proses menjadi tim yang tak mudah menyerah. Tapi proses itu belum selesai. Konsistensi – bukan sekadar momen-momen heroik – yang akan menentukan nasib mereka di akhir musim.

Pertanyaan yang sekarang menggantung adalah: bisakah United mempertahankan momentum ini? Atau apakah ini hanya sekadar kebangkitan sesaat sebelum kembali terjatuh? Jawabannya akan terungkap dalam 14 pertandingan tersisa, di mana setiap laga akan menjadi final kecil bagi ambisi mereka.

Bagi kita para penggemar sepakbola, inilah keindahan Premier League. Di mana drama seperti di Old Trafford bisa mengubah segalanya dalam hitungan menit. Di mana harapan dan kekecewaan berjalan beriringan. Dan di mana, seperti yang kita saksikan malam ini, sepakbola sekali lagi membuktikan bahwa pertandingan baru benar-benar selesai setelah peluit akhir berbunyi. Mari kita nikmati setiap momen dari sisa musim yang pasti akan penuh kejutan ini.

Dipublikasikan: 2 Februari 2026, 05:12
Diperbarui: 2 Februari 2026, 05:12