Di Bawah Bayang-Bayang Palung Nankai: Pesan Khusus dari Beijing untuk Anak Bangsa di Negeri Sakura
Menyusul peringatan resmi Tokyo, Beijing mengeluarkan arahan khusus bagi warga negaranya di Jepang untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa megathrust yang mengintai di Palung Nankai, sebuah ancaman seismik dengan skala dampak yang mengkhawatirkan.
Di tengah kehidupan warga negara China yang menetap di Jepang, sebuah pesan resmi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat China tiba dengan nada serius. Pesan itu bukan sekadar pengumuman rutin, melainkan sebuah seruan untuk bersiap-siaga, berangkat dari sebuah peringatan mengerikan yang baru saja dikeluarkan pemerintah Jepang: ancaman gempa megathrust dari Palung Nankai.
Pada akhir Maret lalu, otoritas Jepang membuka skenario terburuk yang mungkin terjadi. Gempa dahsyat dari palung di lepas pantai itu, dalam simulasi mereka, bukan hanya akan mengguncang bumi, tetapi juga berpotensi merenggut nyawa hingga ratusan ribu jiwa dan meluluhlantakkan infrastruktur vital. Bayangan ini menjadi pengingat nyata bahwa Negeri Matahari Terbit berdiri di atas tanah yang tak pernah benar-benar diam, tepat di jantung Cincin Api Pasifik yang ganas.
"Tingkatkan kewaspadaan dan persiapan bencana," demikian inti pesan dari kedutaan. Seruan ini lahir bukan dari kekhawatiran yang abstrak. Ingatan akan gempa berkekuatan 7,1 SR yang mengguncang Prefektur Miyazaki, di ujung barat palung yang sama, pada Agustus tahun silam masih segar. Peristiwa itu telah memaksa Jepang untuk terus menyempurnakan sistem peringatan dini dan protokol penyelamatannya, sebuah langkah yang kini diimbau untuk turut diperhatikan oleh warga China di sana.
Kedutaan menekankan, karakter geografis Jepang yang rentan gempa menjadikan kesiapsiagaan sebagai sebuah keharusan, bukan pilihan. Getaran kecil hingga besar, dengan ancaman tsunami yang mengikutinya, adalah bagian dari realitas hidup di kepulauan tersebut. Oleh karena itu, bagi setiap warga China yang menjadikan Jepang sebagai rumah sementara atau permanen, memahami langkah evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, dan selalu memantau informasi resmi menjadi tindakan bijak yang sangat disarankan. Ini adalah bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri di tengah ketidakpastian alam.