Lingkungan

Di Balik Pesona Bali: Perjuangan Melawan Gunungan Sampah yang Mengancam Surga Pariwisata

Bukan hanya pantai dan budaya yang menjadi sorotan. Bali kini menghadapi tantangan serius dalam mengelola sampahnya. Upaya transformasi pengelolaan limbah di Denpasar dan Badung menjadi kunci utama menjaga kualitas pariwisata dan lingkungan hidup Pulau Dewata.

Penulis:khoirunnisakia
7 Januari 2026
Di Balik Pesona Bali: Perjuangan Melawan Gunungan Sampah yang Mengancam Surga Pariwisata

Di tengah gemerlap pariwisata Bali yang mendunia, sebuah tantangan lingkungan terus mengintai. Jalan-jalan di Denpasar, khususnya di kawasan Buana Raya, kerap diwarnai pemandangan yang kontras dengan imaji Bali sebagai destinasi eksotis—tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan mengancam kenyamanan publik.

Fenomena ini bukan sekadar masalah kebersihan semata, melainkan cerminan dari sistem pengelolaan sampah yang memerlukan transformasi menyeluruh. Beberapa kabupaten seperti Bangli telah mulai mengambil langkah progresif dengan menerapkan standar pengelolaan yang ketat, menciptakan preseden yang patut diikuti wilayah lain.

Denpasar dan Badung, sebagai jantung aktivitas pariwisata Bali, berada di garis depan dalam pertarungan ini. Kedua wilayah ini dituntut untuk menjadi pelopor dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan edukatif.

Dalam laporannya, Bali Post (6/1) menegaskan bahwa kualitas pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kesehatan lingkungan. Destinasi wisata kelas dunia seperti Bali harus membangun reputasinya tidak hanya melalui infrastruktur dan layanan, tetapi juga melalui komitmen ekologis yang nyata. Pengelolaan sampah yang efektif menjadi indikator penting dalam menilai kematangan sebuah destinasi wisata.

Pemerintah daerah kini didorong untuk merancang kebijakan yang lebih integratif dan tegas, khususnya di zona-zona wisata utama. Langkah ini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga daya tarik Bali di mata dunia, sekaligus melindungi warisan alam yang menjadi fondasi utama industri pariwisata pulau ini.

Dipublikasikan: 7 Januari 2026, 03:20
Diperbarui: 18 Januari 2026, 23:39